Mitos atau Fakta? Kenapa Bayi Harus Dijemur di Pagi Hari

Menjemur bayi dibawah terik matahari pagi merupakan suatu aktivitas yang sering dilakukan para ibu. Meskipun terlihat sederhana, namun kegiatan menjemur bayi dapat memberikan efek yang luar biasa bagi kesehatan dan juga pertumbuhan bayi. Bayi yang baru lahir masih memiliki berbagai keterbatasan karena organ-organ tubuhnya belum berfungsi dengan baik dan sempurna, termasuk organ hati.

Akibatnya akan membuat tampilan kulit bayi mengungin, hal semacam ini menyebabkan bilirubin tidak dapat bekerja dengan semestinya sehingga kadar bilirubin dalam darah bayi dapat meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut biasanya pihak medis akan menyuruh para ibu untuk rutin menjemur bayi di bawah terik matahari pagi. Tahukah Anda bahwa menjemur bayi dibawah terik matahari juga memiliki manfaat? Simak penjelasannya dibawah ini.

Alasan Kenapa Bayi Harus di Jemur di Pagi Hari

1. Mencegah Bayi Kuning

Terjadinya kasus bayi kuning ketika kandungan bilirubin pada bayi yang baru lahir meningkat yang ditandai dengan rona kuning pada kulit bayi. Peningkatan kadar bilirubin tersebut biasanya terjadi pada hari ke 3 hingga 5 dan akan turun pada hari ke 7 hingga 10. Dengan kegiatan menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi, bilirubin dalam darah bayi dapat dipecah sehingga kadarnya dapat diturunkan sampai normal.

2. Menghangatkan Bayi

Sinar matahari pagi juga sangat bermanfaat untuk menghangatkan tubuh bayi sehingga lendir yang ada di dalam saluran pernafasan dapat keluar. Hal semacam ini juga sangat membantu bagi bayi yang rentan mengalami alergi.

3. Membantu Pembentukan Tulang yang Kuat

Tak hanya orang dewasa yang bisa mengambil manfaat dari vitamin D dari sinar matahari, bayi juga bisa mendapatkan manfaat yang sama. Dengan vitamin D tersebut, kalsium dapat diserap dengan mudah sehingga pertumbuhan tulang akan menjadi lebih baik dan semakin kuat.

Perlu Anda ketahui juga cara menjemur bayi yang tepat agar tidak terjadi yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, perhatikan cara menjemur yang tepat seperti berikut ini :

a. Tidak ada batasan usia, kecuali bayi prematur

Para ibu tidak perlu khawatir tentang mitos yang meyebutkan larangan menjemur bayi berusia di bawah satu minggu. Bayi berusia berapa pun boleh dijemur, selama bayi tersebut lahir dengan kondisi normal. Tetapi pada bayi prematur, dibutuhkan temperatur lingkungan yang stabil dengan dimasukkan dalam inkubator selama beberapa hari. Sedangkan sinar matahari dapat berubah-ubah temperaturnya. Kondisi seperti ini harus dihindari bagi bayi yang lahir prematur.

Begitu pulang dari rumah sakit, keesokan paginya ibu sudah bisa menjemur bayinya. Sinar matahari sangat baik untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah. Cara yang sangat efektif untuk menghindari penyakit kuning, karena kerja organ hati pada bayi yang baru lahir belum optimal. Sehingga berpotensi terkena penyakit kuning apabila kadar bilirubin dalam darah cukup tinggi.

b. Jemur dalam keadaan telanjang

Agar paparan sinar matahari merata pada seluruh tubuh bayi, sebaiknya menjemurnya dalam kondisi telanjang atau menggunakan popok saja. Ketika menjemur sambil dibolak-balik badannya agar bagian punggung dan tubuh belakang juga mendapat sinar matahari.

c. Pilih waktu yang tepat

Meski memiliki banyak manfaat yang baik, tapi jangan menjemur bayi di bawah sinar matahari terik. Hal ini dapat mengakibatkan kondisi hipertemia atau temperatur tubuh yang di atas normal. Pilih waktu yang tepat agar tidak terlalu panas. Anda dapat menjemurnya sekitar pukul 7-9 pagi dan jemur kurang lebih selama 10-15 menit saja, dan pastikan juga hari sedang cerah. Matahari pada kisaran waktu tersebut cukup teduh dibandingkan tengah hari bolong yang sedang terik-teriknya.

Karena kulit bayi masih sangat sensitif, pehatikan juga durasi penjemurannya agar tidak terlalu lama. Untuk menjemurnya tidak harus di luar ruangan, Anda masih bisa menjemur bayi di dalam ruangan yang terpapar sinar matahari pagi jika tidak memungkinkan untuk keluar rumah.

d. Bagian tubuh yang boleh terkena sinar matahari

Seluruh bagian pada tubuh bayi boleh terpapar sinar matahari langsung kecuali mata. Intensitas cahaya yang cukup tinggi dari sinar matahari tidak baik bagi kerja mata. Para ibu bisa manfaatkan kain yang dilipat untuk menutup mata bayi atau menggunakan penutup mata yang memang khusus bayi.

Sebelum menjemur bayi, ibu bisa membalurkan baby oil terlebih dahulu untuk menghindari kulit kering. Aktivitas berjemur bisa diselingi dengan pijatan-pijatan lembut untuk memperlancar peredaran darah dan memberi sensasi tenang. Bisa juga memanfaatkan momen tersebut untuk membersihkan telinga dan hidung.

Bagi para ibu yang tinggalnya di kawasan padat lalu-lintas, udara di luar rumah tentu kurang sehat akibat polusi dimana-mana. Menjemur bayi di luar rumah malah dapat membuatnya terpapar polusi udara. Ole karena itu, para ibu tidak harus selalu menjemur bayi di luar rumah. Bisa manfaatkan bagian rumah yang mendapat sinar matahari cukup dari jendela saja. Atau bisa juga memanfaatkan pekarangan dibelakang dan samping rumah yang banyak ditumbuhi pepohonan, sehingga udara yang ada di sekitarnya lebih segar.

Apabila Anda bertanya tentang mitos atau fakta? Kenapa bayi harus mendapatkan sinar matahari pagi. Jawabannya adalah fakta, karena banyak sekali manfaat yang didapatkan ketika bayi dijemur dipagi hari. Namun juga harus memperhatikan cara-caranya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.