Menjaga Kesehatan Reproduksi

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pada Masa Pubertas

Menjaga Kesehatan Reproduksi – Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk merawat kesehatan  reproduksi pada masa pubertas.

Akantetapi sebelum itu kita perlu tahu dan memahami terlebih dahulu tentang masa pubertas itu sendiri.

Menjaga Kesehatan Reproduksi: Apa Itu Pubertas?

Pubertas berasal dari bahasa latin pubes yang artinya masa menuju dewasa. Masa pubertas adalah suatu masa dimana seorang anak mengalami perubahan dari fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual.

Selain itu pubertas juga adalah masa transisi (peralihan) dari masa anak-anak menjadi masa dewasa. Atau bisa juga dikatakan masa remaja yaitu dimana seorang anak memasuki masa pubertas.

Pada saat masa pubertas baik laki-laki ataupun perempuan memiliki ciri-ciri masing-masing. Ciri-cirinya bisa ditandai dengan beberapa perubahan pada fisik dan psikis.

Usia Pubertas

Pada umumnya masa pubertas terjadi pada anak-anak ketika usianya sudah 8 tahun hingga 15 tahun.

Untuk perempuan biasanya masa pubertas terjadi ketika usianya 8 tahun hingga 13 tahun. Sedangkan untuk laki-laki biasanya terjadi pada usia sekitar 10 tahun hingga 15 tahun.

Menurut para ahli masa pubertas perempuan terjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan laki-laki.

Misalnya jika para perempuan mulai masa pubertas rata-rata 11 tahun maka anak laki-laki akan mengalami masa pubertas rata-rata 12 tahun. Atau bisa saja masa pubertas dimulai sebelum atau sesudah usia tersebut.

Ciri-Ciri Pubertas Pada Laki-Laki Dan Perempuan

Dalam menjaga kesehatan reproduksi ada dua perubahan yang terjadi pada laki-laki dan perempuan, dan perubahan itu adalah:

Perubahan Primer

Perubahan ini adalah perubahan yang terjadi pada tubuh yang meliputi perubahan hormon dan perubahan organ reproduksi.

Jenis perubahan tersebut adalah merupakan tanda awal seseorang telah memasuki masa pubertas yang ditandai dengan matangnya organ reproduksi.

Perubahan Sekunder

Perubahan sekunder adalah perubahan yang menyertai perubahan primer. Dan umumnya perubahan ini terlihat, seperti perubahan fisik dan psikis. Perubahan ini dapat dilihat dari luar dengan mata.

Ciri Pubertas Pada Laki-Laki

Menjaga Kesehatan Reproduksi

Untuk mengetahui masa pubertas pada laki-laki bisa diketahui dari perubahan primer dan perubahan sekunder.

Berikut adalah ciri masa pubertas pada laki-laki:

Perubahan Pada Laki-Laki(Primer)

Pada laki-laki perubahan primer bisa diketahui pada saat terjadinya mimpi basah pada masa pubertas. Mimpi basah adalah merupakan ereksi di pagi hari yang tanpa disadari mengeluarkan air mani.

Mimpi basah juga merupakan tanda bahwa sel sperma mulai diproduksi dan mulai berfungsi. Dan mimpi basah saat masa pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon testosteron yaitu hormon milik laki-laki.

Perubahan Pada Laki-Laki(Sekunder)

Sedangkan untuk perubahan sekunder bisa dilihat dari perubahan fisik yang terjadi pada laki-laki.

Adapun perubahan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tumbuh kumis dan jenggot pada wajah.
  2. Suara menjadi lebih berat dan besar
  3. Jakun mulai tampak membesar
  4. Tumbuh rambut di beberapa area tubuh
  5. Bahu semakin lebar dan bidang
  6. Postur tubuh semakin besar dan tinggi
  7. Muncul jerawat di wajah
  8. Otot tubuh mulai terbentuk
  9. Tulang-tulang di wajah mulai memanjang dan membesar
  10. Biasanya kulit dan rambut akan semakin berminyak

Ciri-Ciri Pubertas Pada Perempuan

Menjaga Kesehatan Reproduksi

Sama seperti laki-laki perubahan primer dan perubahan sekunder adalah merupakan tanda dimulainya masa pubertas pada perempuan.

Adapun ciri-ciri masa pubertas perempuan adalah sebagai berikut:

Perubahan  Pada Perempuan(Primer)

Untuk perempuan perubahan primer di tandai dengan munculnya darah haid atau menstruasi. Perempuan yang mengalami masa pubertas akan menghasilkan sel telur(ovum) setiap bulannya.

Jika ada proses pembuahan ketika sel telur matang, maka akan terjadi suatu kehamilan sehingga tidak ada menstruasi.

Akantetapi jika tidak terjadi proses pembuahan maka lapisan dinding rahim akan meluruh dan keluar berupa darah menstruasi.

Menstruasi pada perempuan juga menandai bahwa alat reproduksinya sedang berfungsi. Tubuh menghasilkan hormon reprodruksi seperti hormon estrogen dan hormon progesterone.

Perubahan Pada Perempuan(Sekunder)

Untuk perubahan sekunder bisa dikenali dengan perubahan fisik yang terjadi pada perempuan.

Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  1. Pinggul semakin membesar
  2. Payudara juga mulai membesar
  3. Suara lebih nyaring dan lembut
  4. Tumbuh beberapa rambut pada beberapa bagian tubuh
  5. Muncul jerawat
  6. Badan bertambah tinggi dan besar
  7. Tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar
  8. Biasanya kulit dan rambut akan lebih berminyak
  9. Kulit menjadi lebih halus

Perubahan Psikis Pada Masa Pubertas

Selain itu juga terjadi perubahan psikis pada laki-laki dan perempuan pada saat masa pubertas. Dan perubahan psikis antara laki-laki dan perempuan cenderung sama.

Perubahan psikis tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Emosi yang tidak stabil, mudah tersinggung atau marah
  2. Rasa ingin tahu yang sangat besar
  3. Mulai mencari jati diri seperti mencoba suatu hal yang baru
  4. Mulai tertarik dengan lawan jenis
  5. Rasa tidak ingin bergantung pada orang tua

Cara Merawat Kesehatan Organ Reproduksi

Menjaga Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, psikis, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan.

Pada masa pubertas, terjadi banyak perubahan pada remaja laki-laki dan perempuan. Pada masa ini, produksi hormon meningkat.

Sehingga peningkatan hormon tersebut bisa menyebabkan aktifnya kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Sehingga kita sangat perlu untuk menjaga kesehatan organ reproduksi.

Cara merawat organ reproduksi diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Gantilah pakaian dalam atau celana dalam minimal dua kali sehari. Atau ganti pakaian dalam sudah terasa lembab.
  2. Biasakan menggunakan pakaian dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat. Seperti kain dengan bahan katun.
  3. Bilaslah setiap kali habis buang air kecil atau besar menggunakan air yang bersih.
  4. Pakailah handuk yang kering, bersih, dan tidak berbau untuk mengeringkan organ reproduksi.
  5. Bagi perempuan jika selesai buang air kecil cara membersihkannya adalah dari depan ke belakang, jangan dari belakang ke depan. Agar kuman dari anus tidak masuk pada organ reproduksi.
  6. Saat menstruasi gantilah pembalut dengan teratur yaitu 4 hingga 6 jam sekali untuk mencegah infeksi bakteri dari darah menstruasi. Juga gunakan pembalut yang lembut.
  7. Untuk laki-laki diharuskan melakukan sunat agar terhindar dari kanker penis dan tidak terjadi kanker leher rahim pada istrinya nanti.
  8. Hindari bertukar pakaian dalam atau handuk dengan orang lain untuk menghindari terjadinya penyakit kulit.

Cara Menghadapi Masa Pubertas

Untuk menghadapi masa pubertas ada beberapa hal yang harus di persiapkan untuk menjaga diri pada masa pubertas.

Berikut beberapa hal yang perlu di siapkan:

  1. Jalinlah komunikasi yang erat dengan orang tua, karena remaja pubertas akan mengalami emosi yang tidak stabil.
  2. Jika terjadi masalah ceritakan kepada orang tua.
  3. Pilihlah bacaan atau tontonan sesuai dengan umur.
  4. Jagalah kebersihan diri agar terhindar dari masalah bau badan atau jerawat.
  5. Dalam pergaulan kita harus tahu area mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.
  6. Pilihlah pertemanan atau pergaulan yang baik. Jangan takut menolak ajakan teman yang tidak baik.
  7. Menggunakan media sosial secara sehat dan bijak. Juga selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari masalah buruk yang bisa saja terjadi.

Demikian informasi clinik.id tentang beberapa hal yang berkaitan dengan menjaga kesehatan reproduksi pubertas, sekiranya dapat membantu kalian semua.

Baca Juga: 8 Manfaat Buah Naga Merah Untuk Kesehatan Yang Wajib Diketahui

Comments (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *